HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN DAN PENGAPLIKASIANNYA

PENGERTIAN HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN DAN APLIKASINYA

Sebagai seorang arsitek atau sebagai pelaku dalam pembangunan suatu proyek, selayaknya kita harus mengetahui tata aturan, perundang – undangan yang berlaku. Kita harus mengetahui langkah – langkah dalam tata tertib untuk melaksanakan pembangunan dan mengikutinya sesuai undang – undang agar proyek pembangunan yang sedang kita laksanakan berjalan lancar tanpa adanya hambatan hukum.

A. PENGERTIAN HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN

1. PENGERTIAN

  • HUKUM

Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), hukum adalah (1) Peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan           oleh penguasa atau pemerintah. (2) Undang – undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat. (3) Keputusan                       (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim.

  • PRANATA

(1) Interaksi antar individu/kelompok/kumpulan, pengertian individu dalam satu kelompok dan pengetian individu dalam satu                         perkumpulan memiliki makna yang berbeda. (2) Pranata adalah kelembagaan, mekanisme, sistem dan perangkat, agar tujuan pembangunan         dapat dicapai.

  • PEMBANGUNAN

Perubahan individu/kelompok dalam kerangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup.

Pengertian Hukum Pranata Pembangunan secara keseluruhan adalah suatu peraturan interaksi pelaku pembangunan untuk menghasilkan              tata ruang suatu daerah menjadi lebih berkualitas dan kondusif.Hukum pranata pembangunan untuk menyempurnakan tatanan                          pembangunan pemukiman yang lebih teratur,berkualitas dan berkondusif bagi pengguna dan pemerintah daerah.

Pelaku pembangunan meliputi arsitek, pengembang, kontraktor, dinas tata kota, dan bada hukum.

2. EMPAT UNSUR HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN

  • MANUSIA

Manusia adalah unsur utama dalam pelaksanaan pembangunan. Tenaga pikiran dan tenaga kerja merupakan penentu pengembangan                   pembangunan.

  • SUMBER DAYA ALAM

SDA merupakan sumber terpenting, karena segala kebutuhan bahan material yang diperlukan dalam pembangunan berasal dari                         ketersediaan dan ketercukupan sumber daya alam yang ada di bumi.

  • MODAL

Modal merupakan aspek terpenting dalam pengembangan pembangunan, dimana semakin tersedianya atau banyaknya modal, semakin               pesat dan maju perkembangan pembangunan.

  • TEKNOLOGI

Teknologi dari tahun ke tahun semakin pesat dan canggih. Dalam hal pembangunan pun semakin canggih teknologi yang digunakan                   semakin cepat, mudah, dan efisien pembangunan dilakukan. Hal ini dapat mempercepat dan pembangunan maju semakin pesat.

3. STRUKTUR HUKUM PRANATA DI INDONESIA

  • Legislatif (MPR-DPR), pembuat produk hukum
  • Eksekutif (Presiden-pemerintahan), pelaksana perUU yg dibantu oleh Kepolisian (POLRI) selaku institusi yg berwenang melakukan penyidikan; JAKSA yg melakukan penuntutan
  • Yudikatif (MA-MK) sbglembaga penegak keadilan
  • Mahkamah Agung (MA) beserta Pengadilan Tinggi (PT) & Pengadilan Negeri (PN) se-Indonesia mengadili perkara yg kasuistik;
  • Sedangkan Mahkamah Konstitusi (MK) mengadili perkara peraturan PerUU
  • Lawyer, pihak yg mewakili klien utk berperkara di pengadilan, dsb.

B. APLIKASI / CONTOH HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN

Aplikasi atau contoh dalam Hukum Pranata Pembangunan seperti Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). IMB adalah  perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan diatur pada Pasal 5 ayat 1 Perda 7 Tahun 2009.

IMB akan melegalkan suatu bangunan yang direncanakan sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan. Selain itu, adanya IMB menunjukkan bahwa rencana kostruksi bangunan tersebut juga dapat dipertanggungjawabkan dengan maksud untuk kepentingan bersama.

Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

imb imb1

Nah, kita sudah tahu kan apa itu Hukum Pranata Pembangunan. Jadi, bukan hanya sekedar mendesain sebuah bangunan, tetapi kita juga harus mengetahui peraturan – peraturan yang berlaku di suatu daerah tentang pembangunan. Semoga bermanfaat dan makasih sudah mampir :)

CERPEN; MENGAMALKAN PANCASILA

SEPULANG SEKOLAH AKU MASIH MEMIKIRKAN pelajaran yang diajarkan oleh Ibu Nina. Aku masih penasaran dengan pelajaran yang satu itu. Ibu Nina berkata kalau kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita, kita akan menjadi anak Indonesia yang baik.

            Sesampainya di rumah, aku tahu pasti masih sepi. Papa sedang sibuk rapat ini dan itu di kantornya, Mama sudah pasti pergi berbelanja atau melakukan hal-hal yang bisa dikatakan menghamburkan uang. Sedangkan kedua kakak kembarku masih di sekolah mereka.

            Namaku Laras, aku bersekolah di Sekolah Dasar Pelita Bangsa, dan sekarang aku duduk di Kelas 5. Aku adalah anak biasa-biasa saja, tidak terlalu pintar, tapi aku juga tidak ingin menjadi anak yang malas. Aku selalu berusaha belajar dan berlatih dengan giat.

            Hari ini, guruku, Ibu Nina, memberikan tugas tentang Pancasila, membuat sebuah tulisan dan wawancara tentang cara-cara kita untuk mengamalkan butir-butir Pancasila. Aku merasa ini adalah tugas baru dan aku merasa semangat untuk mulai mewawancari seluruh anggota keluarga di rumah.

            Malamnya, aku menunggu semua orang sudah selesai dengan kesibukan mereka masing-masing dan semua sedang bersantai di ruang keluarga. Aku mendekati kedua kakakku—Kak Dio dan Kak Dias. Mereka hanya menanggapiku sambil lalu. Awalnya aku masih semangat memberikan pertanyaan kepada kedua kakakku, namun mereka tidak menanggapi tugasku dengan serius.

            Aku bertanya kepada Mama, dan hasilnya pun sama saja, ia malah lebih memilih membaca majalah fashion ketimbang menanggapi tugasku.

            Aku menunggu Papa pulang, dan hanya ia satu-satunya harapanku. Sambil mencatat hal-hal yang aku ketahui walaupun sedikit. Aku duduk di ruang keluarga sambil membaca dan melafalkan Pancasila berulang-ulang, hingga aku mulai memahaminya satu persatu. Aku mulai mencatat beberapa hal yang harus aku lakukan selama seminggu kedepan.

            Setelah menunggu satu jam, seberkas cahaya menerangi ruangan selama beberapa detik dan menyadari Papa sudah pulang. Aku berlari ke pintu dan membukakannya untuk Papa. Papa terlihat letih namun ia masih memberikan senyuman khasnya kepadaku.

            Aku menunggu Papa selesai beristirahat dan makan malam. Lalu Papa memanggilku dan mengajakku duduk di ruang kerjanya.

            “Jadi, ada yang Papa bisa bantu buat Laras?” tanya Papa dengan bahasanya yang sopan.

            Kuserahkan buku catatanku dan menjelaskan maksud dari tugasku. “Aku sudah bertanya pada Kak Dio dan Kak Dias, juga Mama. Tapi… Papa tahu sendiri, mereka sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.”

            Papa tertawa kecil. “Papa akan bantu Laras. Tapi Papa enggak mau kita berdua yang bekerja.” Papa tersenyum meyakinkan. “Tidurlah, besok kita akan bicarakan bersama-sama.”

PAGINYA SEPERTI BIASA KAMI BERKUMPUL untuk sarapan bersama. Papa selalu membiasakan kami untuk bangun subuh; mandi kemudian sholat berjamaah. Setelah itu kami sarapan bersama. Namun ada yang berbeda di meja makan. Bukannya piring yang tersedia seperti biasa, tetapi hanya ada secarik kertas dengan tulisan angka-angka besar.

            Mama bertanya kepadaku, apakah ini ulahku lagi. Namun aku menggeleng, aku juga tidak tahu-menahu mengenai hal ini, aku saja mendapatkan angka 5. Kedua kakakku hanya memandang tak acuh, mengambil piring dan mulai mengolesi roti dengan selai.

            Papa datang dan duduk di kepala meja. Mama dengan cerewetnya menanyakan apa maksud dari angka-angka yang tertera di kertas-kertas itu.

            “Papa akan mengadakan sayembara.”

            Kedua kakakku menghela napas bosan. Mama terlihat sedikit antusias karena kalau ada sayembara, pasti ada hadiahnya. Aku duduk manis dan baru menyadari angka-angka itu bukanlah hanya sekedar angka.

            “Angka-angka yang ada di hadapan kalian masing-masing adalah angka urutan Pancasila. Kalian pasti sudah hapal Pancasila kan? Papa akan memberikan tugas kepada kalian, tugasnya gampang banget.” Papa menatapku dengan penuh arti.

            Kulihat Papa sendiri mendapatkan angka 1, Mama angka 2, Kak Dio angka 3, Kak Dias angka 4. Sedikit demi sedikit aku mulai memahami maksud Papa.

            “Selama satu minggu, Papa ingin kalian berbuat sesuatu—minimal 1 perbuatan tiap harinya—sesuai dengan butir Pancasila yang tertera dikertas kalian. Siapa yang melakukannya paling banyak akan Papa berikan sebuah hadiah.”

            Kedua kakakku mulai sedikit tertarik. Aku mulai membayangkan apa yang akan aku lakukan nanti yang sesuai dengan nomorku.

SATU MINGGU BERLALU. Setelah makan malam Papa mengumpulkan semuanya di ruang keluarga. Papa ingin mendengar setiap orang menjelaskan semua tugas mereka. Mulai dari Papa sendiri.

            “Papa mendapatkan butir Pancasila pertama; Ketuhanan Yang Adil dan Beradab. Disini Papa melakukan hal-hal seperti; Papa memiliki keyakinan dan Papa melakukan ibadah dengan sholat lima waktu, Papa saling menghormati dengan rekan Papa yang berbeda keyakinan, menghormati dan mengerti ketika mereka sedang merayakan hari raya mereka, dan Papa tidak memaksakan keyakinan Papa dengan orang lain.”

            Lalu giliran Mama, “Satu minggu ini Mama belajar dari Pancasila yang kedua; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Mama mulai sadar dan mempelajari hal-hal seperti; Mama tidak akan merendahkan orang lain, Mama memperlakukan anak-anak Mama dan semua orang dengan adil, Mama mulai mengikuti kegiatan kemanusiaan daripada Mama hanya datang ke Mall atau duduk arisan bersama teman-teman Mama, dan Mama mulai saling menghormati tanpa melihat derajat atau status sosial.”

            Kak Dio dengan bangga mulai berbicara, “Aku dapat Pancasila yang ketiga; Persatuan Indonesia. Aku mulai belajar bergaul dengan seluruh murid di sekolah, saling mengenal satu sama lain, tanpa melihat ras, suku, ataupu agama mereka. Aku mulai mempelajari Indonesia, mempelajari sukunya, budaya, sampai kekayaan alamnya, dan pastinya aku harus memulai menjaganya, Pa.”

            Kak Dias kelihatan tidak mau kalah, dengan semangat di menceritakan pengalamannya selama satu minggu ini, “Dias dapat sila keempat; Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Permusyawaratan/Perwakilan. Dias sekarang mulai aktif mengikuti kegiatan OSIS dan ekstrakulikuler. Dias sering mengadakan rapat atau diskusi. Setelah mempelajari sila keempat, Dias mulai menyadari bahwa setiap pendapat harus dihormati, dan Dias dengan teman-teman lainnya tidak boleh egois. Setiap kali ada masalah, kami menghadapinya bersama-sama dengan musyawarah, dan setiap keputusan yang diambil kami hormati dan tidak menggerutu dibelakang. Dias mulai belajar menerima pendapat orang lain dan tidak bisa memaksakan pendapat Dias kepada orang lain.”

            Papa mengangguk setuju sambil tersenyum puas. Lalu Papa menatapku, ia mempersilakanku untuk bicara dan menjelaskan apa yang sudah aku pelajari selama seminggu ini.

            “Aku mendapatkan sila kelima,” kataku memulai, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Di sekolah dan rumah, aku mulai membantu teman-teman dan Mama untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara gotong royong. Aku mulai menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Aku belajar membantu orang lain dan menghormati hak mereka. Dan sekarang aku berusaha untuk bersikap adil terhadap sesama, Pa.”

            Setelah mendengarkan penjelasan semuanya. Papa mulai mengumpulkan kertas catatan semua orang dan menyerahkannya kepadaku. Ia tersenyum puas dan bangga kepada kami semua.

            “Oh,” Papa teringat sesuatu, “Papa lupa hadiahnya.”

            Mama buru-buru menyanggah, “Setelah kita pahami tugas dari Papa, bukan hanya sekedar untuk membantu tugas Laras saja. Tapi kita menyadari selama ini kita sudah terlalu jauh dari ‘hidup mengamalkan Pancasila’. Kita sudah mendapatkan hadiah terbesar kita, kita sudah mengingat dan mulai mempraktikan butir-butir Pancasila setiap harinya.” Mama tersenyum penuh haru.

            Papa tertawa gembira, kedua kakakku sedikit menyesal dengan tidak adanya hadiah, namun mereka tetap bangga dengan hasil kerja mereka.

            Aku pun begitu. Kubaca semua tulisan dari keluargaku, lalu kutulis ulang menjadi sebuah laporan wawancara. Aku merasa bangga dengan hasil kerjaku dan keluargaku. Dan mulai sekarang kami bisa saling membantu dalam mengerjakan tugas.

            Aku tidak berharap mendapatkan nilai tertinggi, ataupun pujian. Hal itu merupakan bonus tambahan atas semua hal yang aku pelajari selama satu minggu ini. Aku mulai menyadari pentingnya kita mengamalkan Pancasila, menjadikan kita generasi penerus bangsa yang bermartabat, berbudaya, dan tahu akan negaranya sendiri.

            Terima kasih Papa atas bantuannya. Bukan hanya untuk tugas saja, tapi aku mendapatkan pelajaran yang berharga. Aku akan berusaha menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh negara, menjadi pembela paling depan untuk Indonesia.

PENTINGNYA PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI

Selama dua belas tahun kita diajarkan Pendidikan Pancasila beserta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Pancasila selalu melekat dalam diri setiap warga negara Indonesia. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas.

            Pancasila adalah kata yang sangat tidak asing di telinga setiap warga negara Indonesia. Setiap butir dapat dihapal diluar kepala. Namun, apakah setiap butir itu sudah diamalkan kedalam kehidupan sehari-hari? Beberapa poin atau nilai sudah dapat terpenuhi dengan mengamalkannya, sebaliknya beberapa lagi atau sebagian besar

            Pancasila adalah dasar negara, sumber dari segala sumber hukum, pedoman kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila adalah lambang negara, dan cerminan akan bangsa Indonesia.

            Setiap hari, selama kita bersekolah, kita selalu diingatkan dengan menghapal butir-butir Pancasila. Mencoba memahami tiap butir dan berusaha membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan. Mencoba melakukan segala sesuatu berdasarkan Pancasila.

            Kilas balik dan sedikit ulasan mengenai seseorang mengawali kehidupan dengan butir-butir Pancasila dan sifat kewarganegaraan yang dipupuk selama bertahun-tahun.

            Sebagai warga negara tentu saja Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mata ajar yang wajib untuk dipelajari. Bukan hanya di Indonesia saja yang wajib mempelajari mata ajar tersebut, seluruh negara wajib memberikan mata ajar Kewarganeraan mereka kepada generasi muda.

            Generasi muda Indonesia sudah mempelajari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, mulai dari duduk di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah.

Sudah tidak asing lagi untuk membaca, menghapal, dan memahami mata ajar tersebut. Pancasila mengajarkan untuk bersikap bertanggung jawab, bergotong royong, bertoleransi, dan saling memahami antar sesame walaupun setiap warga negara memiliki keyakinan dan persepsi yang berbeda-beda.

Pancasila dan Kewarganegaraan adalah kebudayaan asli dan hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia. Para generasi muda seharusnya semakin ditekankan untuk memahami dan mempelajari Pancasila dengan mendalam.

Generasi muda adalah penerus bangsa yang akan menjadi pemimpin dan membawa bangsa Indonesia semakin maju dan tidak lagi dalam kungkungan negara lain. Membawa Indonesia kedalam dunia Internasional dan mengenalkan kebudayaan, dan sistem politiknya.

Selama dua belas tahun ini Pancasila dan Kewarganegaraan hanya diajarkan melalui kelas, diajarkan melalui teori, dan mengerjakan essay atau tugas. Hal ini yang masih dianggap belum cukup untuk melawan globalisasi yang semakin mendesak masuk dan mulai menggantikan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Barat, meninggalkan Pancasila, nasionalisme, dan kesolidaritasan jauh dibelakang.

Munculnya Era globalisasi yang semakin merambah ke seluruh negeri mulai menggeser posisi norma dan nilai bangsa Indonesia. Pengaruh-pengaruh Barat yang tidak cocok dengan kehidupan bangsa Indonesia mulai masuk tanpa adanya filterisasi

            Sasaran termudah adalah para generasi muda yang sebagian besar adalah para pelajar yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

            Kelemahan dari para generasi muda adalah mudah terpengaruhnya mereka. Mudah terpengaruh akan perkembangan dunia, kehidupan sosial, tanpa lagi memikirkan kehidupan edukasi mereka. Meninggalkan lambang garuda dan butir-butir yang tertulis dibawahnya jauh di belakang mereka.

            Generasi muda sangat mudah terpengaruh dengan globalisasi. Melihat ke dunia Barat yang penuh dengan kebebasan, membuat generasi penerus bangsa ini melenceng dari jalurnya. Hal ini mulai menghasilkan generasi muda yang tidak berbobot.

            Diharapkan generasi muda inilah yang dapat menahan derasnya laju arus globalisasi. Memfilter setiap elemen Barat yang masuk ke Indonesia. Dengan bergotong royong dan saling merangkul, diharapkan generasi muda menjadi generasi yang dapat diharapkan.

            Contoh yang sangat mencolok dari kehidupan globalisasi adalah akibat muculnya korupsi yang semakin menjadi di Indonesia. Bias diambil dari contoh kehidupan sosial yang mewah, munculah sifat komsumtif yang tinggi yang membuat seseorang semakin membutuhkan pendapatan lebih untuk membiayai kehidupannya yang semakin mahal pula. Seseorang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan pendapatan yang lebih. Dari hal ini munculah korupsi di penjuru negeri.

            Hal ini sudah membuktikan bahwa minimnya penanaman Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada generasi muda. Maka dari itu penambahan akan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ditambah dalam kurikulum perguruan tinggi.

            Dilihat dari metode pembelajaran sudah berbeda dengan mata ajar yang diberikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Di bangku kuliah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan akan diajarkan lebih spesifik, lebih kepada sebuah studi lapangan, melihat langsung kejadian-kejadian yang sedang dan selama ini berlangsung di Indonesia.

            Mahasiswa diajarkan untuk melihat langsung, memahami, mendengarkan, menganalisis, mendiskusikan, dan mempraktikan apa yang mereka lihat dikehidupan sebenarnya.

            Mahasiswa akan melihat dan menyadari betapa pentingnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Mahasiswa perlu tahu perkembangan Indonesia, mulai dari segi ekonomi, politik, budaya, agama, dan lain sebagainya. Mahasiswa harus menyadari bahwa masa depan bangsa mereka ada di tangan mereka.

            Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan akan memberikan tuntunan dan petunjuk untuk para mahasiswa bagaimana mereka harus bertindak dalam menghadapi situasi yang sedang melanda negeri ini. Mempelajari dari dasar hukum yang murni dan tidak ada campur tangan dari siapa pun.

            Pancasila dan Kewarganegaraan akan memberikan sebuah pandangan baru. Memberikan bayangan akan masa depan yang cerah apabila menggunakan nila-nilai yang terkandung didalamnya untuk tujuan tugas yang mulia.

            Dalam melawan globalisasi mahasiswa dan generasi muda lainnya akan berdiri dibarisan paling depan untuek memfilter semua elemen mulai dari gaya hidup sampai dengan kebudayaan yang datang. Mereka dapat memilih mana yang baik dan mana yang benar dengan berpedoman Pancasila.

            Disisi lain, dengan para mahasiswa mulai menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotism akan membuat mahasiswa terlihat lebih berintelektual. Melihat beberapa kejadian di beberapa daerah, banyak sekelompok mahasiswa yang melakukan orasi yang berujung kepada kerusuhan, mengakibatkan kerusakan sarana prasarana, korban luka bahkan korban jiwa. Hal ini membuat mahasiswa dipandang buruk oleh beberapa masyarakat.

            Namun dengan adanya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, diharapkan mahasiswa mulai dapat bersikap lebih baik lagi dan dapat membawa perdamaian di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

            Diharapkan setelah mempelajari lebih dalam lagi mengenai Pancasila dan Kewarganegaraan ini mahasiswa dapat lebih mengapresiasikan pendapatnya, semakin aktif dalam berbagai kegiatan, dapat semakin mencerminkan dan menanamkan rasa satu tanah air, dapat memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran dalam beberapa kesempatan seperti kegiatan sosial, serta berhak mengeluarkan pendapat baik individu maupun kelompok namun masih menempatkan nilai-nilai nasional dan demokratis.

            Dalam hal ini mahasiswa berperan memberikan keserasian hidup bangsa Indonesia, sebagai pengontrol sosial dalam kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pembaharuan pembangunan Indonesia, dan sebagai faktor pemersatu perdamaian di Indonesia.

            Setelah mempelajari Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkan mahasiswa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, demokratis, nasionalis, berjiwa patriot, dan dapat membawa perubahan terhadap Bangsa Indonesia, serta menjadi barikade pertama yang siap membela hak-hak Bangsa Indonesia. Serta mahasiswa mampu menularkan semangat kepada generasi muda lainnya yang tidak berkesempatan merasakan bangku kuliah, sehingga dapat bersatu setara dalam membela negara.

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN, EKOLOGI ARSITEKTUR, DAN BANGUNAN HEMAT ENERGI

Olla!

Setelah kita bahas dari Arsitektur Berwawasan Lingkungan sampai ke Bangunan Hemat Energi, tentunya kita udah bisa mereview ulang, dan menghubungkan satu sama lain dong :)

Jadi, supaya temen-temen enggak bingung dengan sejuta kalimat yang ada di bab-bab sebelumnya, yuk kita ringkas dan hubungin satu-satu.

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN sering juga disebut dengan “Arsitektur Ekologis” yang menjurus ke pembangunan yang memanfaatkan semua potensi yang berada di alam tanpa merusak atau mengganggu lingkungan sekitar.

Pembangunan harus melihat keadaan dan kondisi lingkungan sekitar dan iklim yang ada. Penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharu, memaksimalkan penggunaan tenaga matahari dan angin, serta pembangunan yang berorientasi kepada arah mata angin untuk menciptakan bukaan dan pencahayaan yang maksimal sehingga tidak terlalu menghabiskan energi seperti penggunaan listrik yang berlebihan.

ARSITEKTUR EKOLOGI itu sendiri mempunyai tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu; 1. Fluktuasi 2. Stratifikasi 3. Interdependence (saling ketergantungan).

Dasar-dasar ekologi arsitektur menjurus kepada penggunaan material hemat energi, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan peka terhadap keadaan iklim. Sehingga tercipta sebuah desain yang bersifat go green.

Membahas tentang bangunan yang bersifat go green, sekarang ini seluruh dunia semarak mendesain dan membangun bangunan yang menerapkan konsep ini. berawal dari kesadaran akan mulai menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui maka para arsitek mendesain bangunan-bangunan yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti matahari dan angin.

Ini dia beberapa contoh BANGUNAN HEMAT ENERGI:

1. PEARL RIVER TOWER

Dibangun di Guangzhou, Cina. Gedung ini mengonsumsi 60% lebih sedikit energi daripada gedung-gedung yang setara dengannya. Menggunakan turbin sebagai ventilasi angin dan mengubahnya menjadi energi listrik, serta menggunakan panel surya serta tirai fotovaltik untuk menyerap cahaya matahari dan merubahnya menjadi energi cahaya dan listrik.

2. BAHRAIN WORLD TRADE CENTER

Di arsiteki oleh Killa, Bahrain WTC ini berdiri kokoh di Al-Manamah, Bahrain. Bangunan ini ditunjang oleh tiga buah jembatan dengan tiga turbin raksasanya yang dapat merubah tenaga angin menjadi energi listrik untuk kebutuhan listrik gedung ini. Selain itu gedung ini didesain dengan dengan double glass sehingga memperkecil beban AC.

Oke guys, semoga bermanfaat ya buat kalian dari sini semoga kita makin sadar akan lingkungan sekitar kita, dan enggak sembarangan dalam mendesain atau membangun sesuatu. Kita harus tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan alam agar tidak berdampak kepada bencana yang akan merugikan seluruh bumi. Apapun tindakan kita walaupun kecil, tapi itu harus bermanfaat untuk kita dan alam disekitarnya :)

BANGUNAN HEMAT ENERGI

Olla, Young Architect! Well, well, well, abis kita bahas Arsitektur Berwawasan Lingkungan dan Ekologi Arsitektur, saatnya kita tengok dan lihat-lihat BANGUNAN HEMAT ENERGI.

Yah, walaupun kalian gak asing sama kata ‘bangunan hemat energi’ tapi setidaknya kita review sedikit pengetahuan kita dan enggak ada salahnya dong kita nambah wawasan kita dan nambah memori di loker ingatan kita hehe.

Simak dan baca ya guys!

PENDHULUAN

            Penipisan cadangan minyak nasional akan menempatkan Indonesia sebagai negara pengimpor sumber daya energi ini dalam waktu dekat. Salah satu sektor penting yang sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar minyak adalah bangunan, umumnya mengonsumsi BBM dalam bentuk energi listrik sekitar 30-60 persen dari total konsumsi BBM di suatu negara.

Untuk kawasan tropis, penggunaan energi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik umumnya lebih rendah dibandingkan dengan negara di kawasan sub- tropis yang dapat mencapai 60 persen dari total konsumsi energi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan pemanas ruang di sebagian besar bangunan saat musim dingin. Sementara di kawasan tropis, pendingin ruang (AC) hanya digunakan sejumlah kecil bangunan. Meskipun demikian, penghematan energi di sektor bangunan di wilayah tropis semacam Indonesia tetap akan memberikan kontribusi besar terhadap penurunan konsumsi energi secara nasional.

Bangunan merupakan penyaring faktor alamiah penyebab ketidaknyamanan, seperti hujan, terik matahari, angin kencang, dan udara panas tropis, agar tidak masuk ke dalam bangunan. Udara luar yang panas dimodifikasi bangunan dengan bantuan AC menjadi udara dingin. Dalam hal ini dibutuhkan energi listrik untuk menggerakkan mesin AC. Demikian juga halnya bagi penerangan malam hari atau ketika langit mendung, diperlukan energi listrik untuk lampu penerang.

Penghematan energi melalui rancangan bangunan mengarah pada penghematan penggunaan listrik, baik bagi pendinginan udara, penerangan buatan, maupun peralatan listrik lain. Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikasi iklim luar yang tidak nyaman menjadi iklim ruang yang nyaman tanpa banyak mengonsumsi energi listrik. Kebutuhan energi per kapita dan nasional dapat ditekan jika secara nasional bangunan dirancang dengan konsep hemat energi.

BANGUNAN HEMAT ENERGI

Green construction atau konstruksi hijau adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi  yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian  energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah. Gerakan konstruksi hijau ini juga identik dengan sustainbilitas yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan jangka pendek terhadap resiko jangka panjang, dengan bentuk usaha  saat ini yang tidak merusak kesehatan, keamanan dan kesejahteraan masa depan.  Perencanaan konstruksi hijau ini menghasilkan  desain  sistem bangunan yang effisien dalam menggunakan  energi, menggunakan material yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan digunakan kembali serta mendukung konsep efisiensi energi.

Pemilihan material  yang dapat diperbaharui,  di daur ulang dan digunakan kembali  diharapkan dapat meninggalkan jejak yang sesedikit mungkin pada lingkungan. Semua konsep keberpihakan terhadap lingkungan tersebut juga mempertimbangkan efektivitas biaya dan kemudahan pemeliharaan, sehingga memberikan keuntungan bagi para stake holder proses konstruksi tersebut. Aplikasi dari konstruksi hijau pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award   sebagai desain bangunan yang hemat energi, dimana sistem bangunan yang didesain dapat mengurangi pemakaian listrik untuk pencahayaan dan tata udara. Selain itu berbagai terobosan baru dalam dunia konstruksi juga memperkenalkan berbagai material struktur yang saat ini menggunakan limbah sebagai salah satu komponennya, seperti pemakaian fly ash, silica fume pada beton siap pakai dan beton pra cetak. Selain itu terobosan sistem pelaksanaan konstruksi juga memperkenalkan material yang mengurangi ketergantungan dunia konstruksi pada pemakaian  material kayu sebagai perancah.

Di Indonesia sendiri memiliki standar-standar yang harus ada dalam bangunan hemat energi, yaitu:

  • SNI 6389:2011, Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung.
  • SNI 6390:2011, Konservasi energi tata udara bangunan gedung.
  • SNI 6197:2011, Konservasi energi pada sistem pencahayaan.
  • SNI 6196:2011, Prosedur audit energi pada bangunan gedung.

GEDUNG HEMAT ENERGI DI DUNIA

1.      PEARL RIVER TOWER

Pearl River Tower yang berdiri kokoh di Guangzhou, China, disebut sebagai salah satu arsitektur paling hemat energi di dunia. Dirancang oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Chicago, Skidmore, Owings & Merrill (SOM), tujuan awal dari desain Pearl River Tower adalah untuk membangun sebuah gedung hemat energi.

 PearlRiverTower Jan.jpg

Bangunan megah itu mengonsumsi energi 60% lebih sedikit dari bangunan dengan ukuran serupa. Pearl River Tower memanfaatkan angin untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang mengarahkan angin ke empat bukaan di lantai mekanik bangunan tersebut.

Selain mengemudikan turbin, angin yang ditarik juga diarahkan seluruh sistem ventilasi menara.

 Panel surya skala besar dipasang pada bangunan fasad untuk menghasilkan energi dari sinar matahari. Penggunaan pencahayaan alami dimaksimalkan melalui kontrol yang merespon terhadap cahaya dan diintegrasikan ke dalam sistem tirai otomatis. Tirai itu sendiri dilengkapi dengan sel fotovoltaik, jadi bahkan ketika tirai ditutup, energi matahari masih tetap dapat dipanen.

 

2.      KIKO HOUSE

                Kiko House, rumah tinggal dengan konsep hemat energi yang praktis ini terletak di Tyrol, Austria, dengan luas total 2583 m2. Pemiliknya yaitu sebuah keluarga kecil dengan 2 putri menginginkan konsep yang berbeda untuk rumah mereka ini. Pasangan suami istri ini menginginkan rumah yang terbuka antara interior dan eksteriornya, sedangkan kedua putrinya memimpikan rumah dengan sebuah menara tinggi untuk kamar tidurnya. Maka hasil akhirnya, sebuah rumah dua lantai dengan pemandangan terbuka ke taman yang luas.

Rumah Tinggal Hemat Energi yang Praktis dan Unik 02.jpg

Rumah terbagi menjadi 2 bagian, bagian pertama merupakan living area terletak di tengah dan dua boks hijau yang berfungsi sebagai garasi dan ruangan kosong diletakkan di luar bangunan utama. Ruangan utama terdiri dari lantai 1 yang merupakan area publik seperti meja makan dan dapur, lantai ke dua terdiri dari kamar tidur dan kamar anak yang mengelilingi sebuah ruang kerja dengan pemandangan langsung ke jalan.

Rumah Tinggal Hemat Energi yang Praktis dan Unik 03.jpg

Yang unik adalah dibuatnya 2 buah gelembung transparan yang kemudian diisi dengan kursi gantun yang bisa berputar untuk tempat duduk anak-anak. Bukaan di seluruh bagian rumah memungkinkan pemilik bisa mengakses pemandangan dari berbagai sudut rumah. Sebagai tambahan, rumah ini menyimpan banyak energi akibat melimpahnya pencahayaan dan penghawaan alami yang ada.

Rumah Tinggal Hemat Energi yang Praktis dan Unik 05.jpg

Rumah Tinggal Hemat Energi yang Praktis dan Unik 09.jpg

3. BAHRAIN WORLD TRADE CENTER

Bahrain World Center atau Bahrain WTC, berlokasi di Al-Manamah, Bahrain, dengan arsitek Shaun Killa (Atkins).

Keunikan desain dari bangunan ini adalah penggunaan Green Technology. Arsiteknya yaitu Shaun Killa. Dia terinspirasi dari bentukkan layar kapal tradisional, dan pemanfaatan energi angin untuk dapat berlayar. Inspirasi tersebut membuat Killla mendapatkan ide untuk konsep bangunannya. Penerapan konsep pada bangunan ini terlihat pada desain bangunan yaitu 2 skyscrapers yang menyerupai dua layar kapal yang mengembang. Skycrapers tersebut dihubungkan dengan 3 jembatan yang berfungsi juga sebagai pemegang wind turbin.

        

Bentukkan skyscrapers mengarahkan angin menuju wind turbin. Wind turbin akan menangkap energi angin merubahnya menjadi energi listrik. Untuk dapat menerapkan konsep tersebut Killa mencari lokasi yang tepat. Desain jembatan  menjadi perhatian dalam bangunan ini, disebabkan jembatan menerima getaran dari wind turbin. Killa juga mendesain facade bangunan dengan menggunakan double glass untuk memperkecil beban AC.

http://desaininterior.me/2012/02/rumah-tinggal-hemat-energi-yang-praktis-dan-unik/

http://www.merdeka.com/gaya/pearl-river-tower-gedung-pencakar-langit-paling-hemat-energi.html

http://enrydusia.blogspot.com/2012/05/bahrain-world-trade-centre.html

PRINSIP-PRINSIP ILMU EKOLOGI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

HI, THERE IT IS!

Kali ini kita mau bahas tentang PRINSIP-PRINSIP ILMU EKOLOGI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR. So, bisa disimak baik-baik, dan sebagai calon-calon Arsitek muda nan berbakat kita perlu tau nih hubungan ekologi sama perancangan arsitektur kita, agar kedepannya kita enggak salah dalam merancang dan enggak merugikan alam yang berujung bencana dan merugikan seluruh Bumi dan penghuninya.

Lets check it!

PENGERTIAN EKOLOGI

EKOLOGI berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya.

ARSITEKTUR EKOLOGI

Arsitektur ekologi merupakan perancangan arsitektur yang ekologis atau biasa disebut dengan arsitektur yang berwawasan lingkungan. Proses pendesainan dilakukan dengan pendekatan dengan alam, alam sebagai dasar dalam desain si arsitek. Proses pendekatan ini menggabungkan teknologi dengan alam. menggunakan alam sebagai basis design, strategi konservasi, perbaikan lingkungan, dan bisa diterapkan pada semua tingkatan dan skala untuk menghasilkan suatu bentuk bangunan, lansekap, permukiman dan kota yang revolusioner dengan menerapkan teknologi dalam perancangannya. Perwujudan dari desain ekologi arsitektur adalah bangunan yang berwawasan lingkungan yang sering disebut dengan green building.

PRINSIP-PRINSIP ILMU EKOLOGI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

Prinsip-prinsip ekologi sering berpengaruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective):

1. FLUTUATION

Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Dalam hal ini bangunan harus dapat mencerminkan proses alami yang terjadi di lokasi dan tidak menganggap suatu penyajian berasal dari proses melainkan proses benar-benar dianggap sebagai proses. Fluktuasi juga bertujuan agar manusia dapat merasakan hubungan atau koneksi dengan kenyataan yang terjadi pada lokasi tersebut.

2. STRATIFICTION

Stratifikasi bermaksud untuk memunculkan interaksi dari perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat, bermaksud untuk melihat interaksi antara bangunan dan lingkungan sekitar. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.

3. INTERDEPENDENCE (SALING KETERGANTUNGAN)

Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan.

DASAR-DASAR EKOLOGI ARSITEKUR

1. HOLISTIK

Dasar eko-arsitektur yang berhubungan dengan sistem keseluruhan, sebagai satu kesatuan yang lebih penting dari pada sekedar kumpulan bagian. Eko-Arsitektur mengandung bagian-bagian; arsitektur biologis (arsitektur kemnusiaan yang memperhatikan kesehatan), arsitektur alternatif, arsitektur matahari (dengan memanfaatkan energi surya), arsitektur bionic (teknik sipil dan konstruksi yang memperhatikan kesehatan manusia), serta biologi pembangunan. Maka istilah eko-arsitektur adalah istilah holistik yang sangat luas dan mengandung semua bidang.

2. MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN

Penggunaan material-material yang ramah lingkungan akan sangat bermanfaat bagi alam dan manusia. Membuat keseimbangan yang sangat baik. Seorang arsitek tidak bisa mengesampingkan bahan atau material yang akan digunakan karena sangat berpengaruh terhadap alam, mulai dari dampak yang akan terjadi jika menggunakan bahan yang akan merusak alam di masa depan.

Adapun prinsip-prinsip ekologis dalam penggunaan bahan bangunan :

  • Menggunakan bahan baku, energi, dan air seminimal mungkin.
  • Semakin kecil kebutuhan energi pada produksi dan transportasi, semakin kecil pula limbah yang dihasilkan.
  • Bahan-bahan yang tidak seharusnya digunakan sebaiknya diabaikan.
  • Bahan bangunan diproduksi dan dipakai sedemikian rupa sehingga dapat dikembalikan kedalam rantai bahan (didaur ulang).
  • Menggunakan bahan bangunan harus menghindari penggunaan bahan yang berbahaya (logam berat, chlor).
  • Bahan yang dipakai harus kuat dan tahan lama.
  • Bahan bangunan atau bagian bangunan harus mudah diperbaiki dan diganti.

3. HEMAT ENERGI

Penggunaan bahan energi yang semakin mengkhawatirkan. Manusia cenderung memanfaatkan energi yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan energi untuk seluruh dunia diperkirakan 3×1014 MW per tahun, yang berarti bahwa bahaya bagi manusia bukan hanya terletak pada kekurangan energi tetapi juga pada kebanyakan energi yang dibakar dan mengakibatkan kelebihan karbondioksida di atsmosfer yang mempercepat efek rumah kaca dan pemanasan global.

4. PEKA TERHADAP IKLIM

Pengaruh iklim pada bangunan. Bangunan sebaiknya dibuat secara terbuka dengan jarak yang cukup diantara bangunan tersebut agar gerak udara terjamin. Orientasi bangunan ditepatkan diantara lintasan matahari dan angin sebagai kompromi antara letak gedung berarah dari timur ke barat, dan yang terletak tegak lurus terhadap arah angin. Gedung sebaiknya berbentuk persegi panjang yang menguntungkan penerapan ventilasi silang.

5. MEMANFAATKAN PENGALAMAN MANUSIA

Thank you for coming. Be A Green Architect! Love our earth!

http://sunandri.blogspot.com/2012/10/ekologi-arsitektur.html

http://ridozah.wordpress.com/2012/11/05/arsitektur-ekologi/

http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com/

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN

Arsitektur dengan lingkungan saling memiliki ikatan yang kuat. Maka dari itu, keduanya tidak dapat dipisahkan, karena kita ketahui bahwa sebuah karya arsitektur tidak akan bisa berfungsi dengan baik jika tidak ada keseimbangan dan keharmonisasian dengan lingkungan yang ada.

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN.

DEFINISI ARSITEKTUR

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.

DEFINISI LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN atau lebih sering dikenal “Arsitektur Ekologis” ini merupakan pembangunan berwawasan lingkungan yang memanfaatkan semua potensi yang berada di alam tanpa melupakan ekosistem yang ada.

Awal mulanya pembangunan berwawasan lingkungan ini disadari karena terjadi kejadian-kejadian alam yang mulai meresahkan contohnya global warming; serta semakin berkurangnya sumber energi tidak terbaharui yang ada di bumi. Karena sumber energi tidak terbaharui inilah muncul pemikiran-pemikiran dimana para arsitek harus membangun bangunan yang hemat energi dan dapat beralih kepada sumber energi terbaharui.

Apabila arsitek tidak memerhatikan ekologi atau lingkungan sekitar maka akan dipastikan, sistem pada lingkungan tersebut akan tidak stabil dan akan menimbulkan bencana alam yang berakibat pada fungsi bangunan yang tidak bekerja dan melayani dengan baik.

TUJUAN DAN PRIORITAS

  1. Sebagai contoh bagi masyarakat agar dapat menggunakan manfaat alam sebaik-baiknya, serta memberikan pengetahuan tentang membangun suatu bangunan yang sesuai dengan lingkungan atau ekosistem sekitar mereka.
  2. Memberikan contoh agar masyarakat dapat merawat dan memerhatikan ekologi sekitar dengan berbagai kegiatan yang memprioritaskan kesehatan alam, sehingga terbentuk keseimbangan antara bangunan ekologi dengan ekologi tersebut.
  3. Mengurangi dan mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ekosistem dengan membangun bangunan yang ramah lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk mengetahui dan melakukan tindakan terhadap pengolahan limbah, vegetasi, dan lain-lain.

TIPS MEMBANGUN HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN

  1. Perhatian pada iklim; membangun sebuah bangunan yang sesuai dengan keadaan iklim yang ada. Pembangunan harus memerhatikan arah Timur-Barat, Selatan-Utara, agar mudah mendapatkan sinar matahari yang sesuai serta sirkulasi yang baik.
  2. Mengurangi penggunaan sumber daya tidak terbaharui dan beralih ke sumber daya terbaharui; menciptakan teknologi yang dapat memperbaharui sumber daya yang ada, mencanangkan hemat energi dan penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan contohnya dengan bantuan sinar matahari.
  3. Dengan adanya teknologi memperbaharui yang bertujuan untuk mengolah limbah-limbah yang ada sehingga berdampak pada keberhisan dan kesehatan lingkungan. Memanfaatkan teknologi bekas pakai.
  4. Penggunaan bahan bangunan yang hemat energi dan memiliki manfaat menyerap daya agar ramah lingkungan.


So, enggak cuma bagus atau arsitekturalnya aja yang harus diperhatiin. Kita walaupun seorang arsitek harus melihat kedalam diri kita bahwa kita adalah manusia yang juga masih membutuhkan alam. Jadi, girls and guys, kita harus tetap menjaga keseimbangan alam, menjaga kehidupan di Bumi. Membangun sebuah karya yang keren tapi juga memiliki keseimbangan dengan lingkungan dan ekosistem dan juga pastinya memiliki fungsi sampai bertahun-tahun ke depan tanpa mengganggu lingkungan kita :)

ingin tahu sumbernya? there it is guys :)

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_ekologi

http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com/2012/10/ekologi-arsitektur.html

http://ridozah.wordpress.com/2012/11/05/arsitektur-sadar-lingkungan/

http://lusterspot.blogspot.com/2011/08/arsitektur-berwawasan-lingkungan.html

HUBUNGAN MANUSIA

1.    MANUSIA DAN CINTA KASIH

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Macam-macam cinta yaitu: cinta diri sendiri, cinta sesama manusia, cinta erotis, cinta keibuan, cinta kepada Tuhan YME.

Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.

2.    MANUSIA DAN KEINDAHAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Hubungan manusia dan keindahan sangatlah erat, kerena rasa suka akan keindahan sudah menjadi fitrah dalam diri manusia. Meskipun dalam pribadi seseorang tidak dapat melakukan dan menerapkan rasa keindahan pada hakikatnya seseorang tersebut tetap menyukai akan keindahan. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia itu sendiri dalam mencari  keindahan. Orang yang suka terhadap seni maka dia akan menemukan keindahan tersebut dalam kesenian yang digelutinya dan banyak juga cara yang lainnya untuk mencari keindahan tersebut.

3.    MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Dengan demikian merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan (Drs, Supartono W,2004;102).

Kehidupan manusia tidak akan datar pasti bergelombang maksudnya pasti ada yang menyenagkan dan menyusahkan. Pederitaan juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan manusia, rasa sakit, siksaan menuntut manusia untuk bangkit nenjadi lebih baik namun ada yang tidak kuat sehingga terjadi kekalutan mental. Dalam hal ini dapat diambil tindakan yang positif yaitu dengan bersikap kuat dan berani menghadapi masalah. Sedangkan tindakan negatif akan bersifat trauma dan sulit untuk bangkit. Maka dari itu kesehatan rohani manusia harus dijaga agar terhindar dari kekalutan mental yang akan mengganggu psikis kita.

4.    MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya akan tingkahlaku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena adanya kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia atas tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Adapu macam-macam tanggung jawab; Tanggung jawab terhadap Tuhan, Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara, Tanggung jawab terhadap masyarakat, Tanggung jawab terhadap keluarga, Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

5.    MANUSIA DAN HARAPAN

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Beberapa macam kepercayaan yaitu; kepercayaan pada diri sendiri, orang lain, pemerintah, dan kepercayaan kepada Tuhan.

6.    MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Macam-macam keadilan; keadilan moral atau legal, kadilan distributif, dan keadilan komutatif.

Manusia dan keadilan pada intinya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan kewajiban manusia itu sendiri. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya. Tanpa keadilan manusia pasti hancur. Menegakkan keadilan adalah kewajiban setiap manusia.

7.    MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Menurut Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Pandangan hidup mencerminkan citra dari seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya. Sumber-sumber pandangan hidup; dari agama, ideologi, dan hasil renungan.

8.    MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif.

Sebab-sebab kegelisahan; persiapan yang tidak matang, panik, kesulitan ekonomi. Cara-cara mengatasinya; bersikap tenang, intropeksi diri, berserah diri kepada Tuhan, dan bercerita kepada orang lain (teman).

9.      MANUSIA DAN KEMATIAN

Kematian adalah suatu misteri. Banyak yang tidak tahu seperti apa dunia sesudah kematian. Tapi banyak juga yang percaya bahwa ada “kehidupan lain”setelah kematian. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah akhir dari segalanya dan akhir dari eksistensi seseorang, dan setelah itu yang ada adalah ketiadaan. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah awal dari suatu kehidupan baru dalam suatu bentuk siklus. Apapun kepercayaan yang dianut, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa situasi dan kondisi sesudah kematian. Banyak yang mengandaikannya sebagai suatu kondisi “ketiadaan”, bahwa sebuah kematian adalah awal dari suatu ketiadaan, bertentangan dengan kelahiran yang dianggap sebagai awal dari suatu ketiadaan. Materialistik ? Memang benar, tetapi setidaknya itu yang sampai saat ini kita ketahui dengan “common sense” kita sebagai manusia. Dan sisanya adalah kepercayaan.

Orang yang telah mati juga dikatakan “telah meninggal dengan tenang”. Tentunya semua berkeyakinan, walaupun kadang tidak tahu karena bersifat sangat subyektif, bahwa orang yang akan mati “pasti” akan mati dengan tenang. Tidak pernah dikatakan “telah meninggal dengan terburu-buru” atau “telah meninggal dengan marah”, karena ketenangan adalah wajah suatu kematian. Dan walaupun orang yang mati telah mati dengan cara yang dan kondisi yang “tidak tenang”, tentunya mereka yang belum mati mengatakan hal yang lain : telah meninggal dengan tenang. Mungkin ada yang ditakutkan. Mungkin juga tidak siap untuk mati, dan mungkin juga berhubungan dengan kepercayaan.

10.  MANUSIA DAN KEYAKINAN

Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup manusia adalah sebuah pemikiran yang mendasar dan mendalam terhadap suatu hal yang kemudian di anut untuk menjadi pedoman hidup mereka.

Keyakinan / Kepercayaan itu sendiri berasal dari akal atau kekuasaan tuhan. Sebuah akal yang berfikir tentang pedoman yang di anut merupakan pemberian Allah yang kemudian di implementasikan di kehidupan nyata. Keyakinan / kepercayaan itu sendiri nantinya akan membentuk sebuah filsafat.

Contoh, pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.

KEBUDAYAAN

DEFINISI BUDAYA

Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

 

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

 

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)

WUJUD

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

  • Gagasan (Wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.

  • Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.

  • Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.

 

KOMPONEN

Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :

  • Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

  • Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

  • Lembaga social

Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier

  • Sistem kepercayaan

Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.

  • Estetika

    Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.

  • Bahasa

    Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.

 

HUBUNGAN ANTAR UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

  • Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
  • Sistem mata pencaharian
  • Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
  • Bahasa
  • Kesenian
  • Sistem kepercayaan
  • Agama samawi
  • Agama dan filsafat dari Timur
  • Agama tradisional
  • “American Dream”
  • Pernikahan
  • Sistem ilmu dan pengetahuan

ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah

2.       Ilmu-ilmu sosial ( social scince )

ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

3.       Pengetahuan budaya ( the humanities )

bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :

1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka

2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat

4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1. Manusia dan cinta kasih

2. Manusia dan Keindahan

3. Manusia dan Penderitaan

4. Manusia dan Keadilan

5. Manusia dan Pandangan hidup

6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian

7. Manusia dan kegelisahan

8. Manusia dan harapan

MANUSIA dan KEBUDAYAAN

 Manusia

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.

1.       Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :

a. Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.

b. Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak

c. Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.

d. Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri

2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :

a. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.

b. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsure-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan super-egonya. Atau seringkali aa kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dpat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafs (kesadaran diri ) yang dimilikinya. Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

Hakekat Manusia :

1. Mahluk ciptaan Tuhan yagn terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh

2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya

3. mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yagn budayawi

4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuanbekerja dan berkarya.

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas, didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat. Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar itulah para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

1. unsur religi

2. sistem kemasyarakatan

3. sistem peralatan

4. sistem mata pencaharian hidup

5. sistem bahasa

6. sistem pengetahuan

7. seni

Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :

1. wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup

2. kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat

3. kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.